Persib Kembali Imbang, "Kutukan" Main Sore Berlanjut?

Kembali, Persib Bandung raih hasil imbang di std Si Jalak Harupat setelah menahan lawannya Bhayangkara FC tadi sore (24/9). Pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Masing-masing gol dicetak oleh Paulo Sergio dan berhasil disamakan oleh Michael Essien.

Di kalangan bobotoh beredar bahwa bila Persib bermain sore, kemungkinan menangnya kecil. Apakah ini “kutukan” ?

Menurut saya pribadi, jarang menang bila bermain di sore hari ini bukanlah kutukan, banyak faktor penyebab. Mulai dari suhu dan cuaca yang belum terbiasa. Secara di putaran pertama Persib selalu bermain malam. Jadi butuh adaptasi untuk memanage tenaga dan stamina. Bila di ingat kembali ke beberapa tahun silam kala Persib juara. Di musim itu Persib cukup sering bermain sore dan cukup banyak juga meraih kemenangan.

Selain itu, permainan Persib tidak jauh berubah bila melihat 3 pertandingan ke belakang. Masih ada “Janur effect” di skema permainannya.

Menurut saya pribadi, Persib harus memulai semuanya dari “awal” kembali. Memulai perancangan tim dengan matang dengan menentukan pelatih kepala untuk jangka panjang dalam waktu dekat. Sudah saatnya kembali membangun tim seperti dahulu ketika juara.

Djanur kala membawa Persib juara butuh waktu sekitar 2 tahunan sampai menemukan tim juara. Tahun pertama membuat kerangka tim dan tahun kedua melengkapi skuad. Dan alhasil Persib pun juara.

Dan Pesan untuk bobotoh, ingatlah Kita pernah menunggu 19 tahun untuk juara. Beberapa tahun tanpa gelar juara saya rasa harusnya kalian kuat. Sudah saatnya klub sebesar Persib membentuk tim juara untuk jangka panjang. Tidak ada sesuatu yang instan.

Well.. Kesimpulannya adalah “kutukan” sore itu tidak ada. Tidak ada kutukan. Ini jelas ada sesuatu yang tidak berjalan dengan lancar. Harus segera evaluasi.

Yuk luruskan, tidak ada “kutukan” main sore.

1 point
Upvote

Total Suka: 1

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!